16 April 2009

Komputer sebesar ibu jari

Linux memiliki fleksibilitas luar biasa yang tak dimiliki oleh sistem lainnya. Ini dimulai ketika Karl Knopper mempopulerkan Distro Knoppix. Knoppix adalah Linux yang bisa dijalankan sepenuhnya dari CD atau DVD tanpa harus diinstal ke dalam harddisk. Sejak itu, Linux melesat tanpa terbendung. Gagasan full operating system dalam sekeping CD benar-benar membuktikan bahwa para programmer Linux adalah orang-orang jenius kreatif. Ada sistem lain yang mencoba meniru tetapi tidak bisa disetarakan sama sekali.

Ide tersebut kemudian berkembang. Kini di saku saya ada USB Flash Drive 4GB yang saya instalkan Linux. Utilitas untuk ini tersedia di Ubuntu Linux. Jalankan saja perintah: sudo apt-get install usb-creator, kemudian lihat di menu System Administration-Create Startup Disk. Untuk itu anda perlu menyiapkan file .iso dari sebuah Linux LiveCD. Usb-creator akan menginstal LiveCD tersebut ke dalam Flash drive. Hanya butuh waktu 1-2 menit, bootable Flash Drive sudah siap dipakai.

Punya saya, saya instalkan Kubuntu LiveCD. Sekarang ke manapun saya pergi, saya tetap bisa memakai Linux.

Keuntungannya banyak. Saya tidak perlu kuatir password disadap di komputer orang, sistem saya biasanya berjalan jauh lebih cepat daripada OS yang ada dalam harddisk mereka, saya tak perlu antivirus, dll.

Kesulitannya: ada orang yang tidak rela mengubah setting BIOSnya untuk diboot dari Flash Drive saya. padahal apa ruginya? Justru saya tidak bermaksud mengganggu harddisknya dengan cara ini. Tapi begitulah namanya juga numpang pake harus menghormati pemiliknya dong.

Walaupun demikian, saya cukup ketagihan berkomputer lewat Flash drive. Untuk surfing, sekarang saya lebih sering memakai Flash Drive, walaupun dipakai di laptop saya sendiri.

Komputer sebesar ibu jari ini sebenarnya adalah bukti nyata bahwa Linux lebih unggul dalam kecerdasan teknologi.

Custom Search