11 February 2009

Jack Audio Connection Kit di Ubuntu Intrepid Ibex

Saya mulai berkenalan dengan sistem audio canggih di Linux sejak kurang lebih 2 atau 3 tahun yang lalu. Saya coba-coba pada PC saya yang hanya bersenjatakan Sound Blaster 16 (kuno sekali) dan sound card on board (kalau tidak salah ingat CM878). Saya yakin bahwa manajemen audio di Linux bisa jauh lebih mumpuni adalah karena beberapa tahun yang lalu dengan distro SuSE Linux --kalau tidak salah-- versi 8, kedua sound card saya bisa terdeteksi dan bahkan bisa difungsikan bersama. Saya bisa mengarahkan program tertentu, misalnya game Quake 3 Arena, untuk memakai sound card on-board, sementara program lain memakai sound blaster, atau sebaliknya. Ini hebat, karena dengan Windows ini tidak bisa dilakukan.

Jack Audio Connection Kit (JACK) adalah salah satu alternatif sistem audio di Linux. JACK ditujukan untuk aplikasi audio profesional untuk menghasilkan audio bermutu tinggi di Linux. Ketika saya mengenal Jack pertama kali, masih banyak kendala yang harus diatasi atau belum ada jalan keluarnya. Jika kita mengaktifkan Jack, maka sistem audio dipaksa seluruhnya harus melalui Jack, sedangkan tidak semua program kompatibel dengan Jack. Dengan hadirnya Ubuntu Intrepid Ibex, ternyata hampir (memang belum) semua masalah tersebut sudah bisa dicari jalan keluarnya.



Untuk memberi gambaran kehebatan Jack Audio Connection Kit tanpa banyak membahas latar belakang teknis, berikut ini beberapa hal praktis yang bisa kita dapatkan dengan Jack dan tidak bisa dengan sistem audio yang lain (seperti Alsa, OSS, ESD, aRTS):
  • Kita bisa memiliki Equalizer tersendiri yang terpisah dari program Audio Player yang ada. Equalizernya sendiri (atau audio processor) bisa bermacam-macam. Yang paling terkenal adalah Jack-Rack dan JaMin.
  • Kita bisa mengarahkan suara dari satu sumber ke sumber lain tanpa ada kelambatan yang berarti (dikenal sebagai low latency). Misalnya dari Audio Player, ke Equalizer, ke Amplifier, kemudian ke Speaker. Kesemuanya merupakan program yang berbeda-beda.
  • Tiap Sumber bisa memiliki rute yang berbeda. Misalnya yang satu ke Amplifier dulu, baru ke program tertentu yang memberi efek Echo, lalu ke Equalizer.
  • Bisa dikoneksikan dengan sistem MIDI, bahkan dengan MIDI Controller yang terintegrasi. Jika kita menekan tombol play pada satu program, program lain serentak mulai memainkan musik. Dengan demikian kita bisa menciptakan orchestra lengkap dengan komputer kita sebagai pengendali, bahkan dengan peralatan MIDI eksternal.


Untuk memahami sistem Jack memang memerlukan waktu dan banyak utak-atik, tetapi jika kita sudah memahaminya, hanya langit saja yang bisa menjadi batas kreativitas kita.

Untuk anda yang penasaran ingin segera mencicipi dan mempelajari Jack, silahkan download Distro Ubuntu Studio, bakar imagenya pada CD dan diinstall. Jika di PC anda sudah terinstall Ubuntu Intrepid silahkan ketik sudo apt-get install ubuntu-studio di command line, atau buka Synaptic dan cari paket Ubuntu Studio dan instal. Warning: Paketnya sangat besar (ratusan megabyte).

Sebagai permulaan ada 2 program utama yang layak anda coba yaitu Ardour dan Rosegarden.
Ardour merupakan Digital Audio Workstation yang mumpuni. Layak dipelajari, dan jika sudah dikuasai anda sebenarnya sudah memiliki sebuah studio rekaman multitrack yang canggih. Tentu saja masih harus ditentukan dengan hardware penunjang seperti mic, isolasi ruangan, perkabelan, dan faktor-faktor lainnya. Rosegarden mirip dengan Ardour, tetapi terintegrasi penuh dengan sistem MIDI. Anda bisa mencampurkan track audio dengan track MIDI pada Rosegarden. Juga tersedia notation editor, dimana kita bisa mengedit musik kita dengan interface not balok.

Tips:
  • Selalu jalankan dulu program qjackctl sebelum menjalankan program-program yang lain, jika tidak mereka akan mengeluh tentang tidak bisa melakukan koneksi ke Jack server.
  • Jack adalah system yang kompleks yang ditujukan untuk profesional. Jangan mengharapkan menginstalnya kemudian tiba-tiba anda mendapatkan sistem audio yang aduhai. Kurva belajar anda mungkin sangat curam.
  • Jika anda hanya ingin sekedar mendengarkan musik saja, sistem audio yang ada ditambah speaker yang bermutu sudah memadai tidak perlu bersusah payah menginstal Jack.
  • Di lain pihak, audio output yang kurang memuaskan bisa dipoles dengan Jack untuk menghasilkan suara yang lebih baik. Sebagai contoh, output audio dari speaker laptop Axioo saya yang hanya pas-pasan sekali dan volumenya kecil, bisa menjadi "berisi" setelah memakai Jamin audio prosesor yang terintegrasi dengan Jack. Tentu saja, masalah suara frekuensi rendah (bass) tidak bisa teratasi karena memang speakernya tidak mampu.
  • Jika bisikan jiwa seni dan kebebasan anda tak dapat dibendung, segera install ubuntu studio hari ini, jangan terlambat.
Custom Search